derek mobil

Derek Mobil Matik Tidak Boleh Sembarangan

 derek mobil
 

Banyak mitos atau informasi yang tidak tepat beredar di tengah masyarakat, terkait boleh tidaknya derek mobil saat mogok. Banyak yang berpendapat, mobil akan rusak jika diderek, terlebih untuk mobil bertransmisi matik.

Dijelaskan Rocky Yonathan, KA Bengkel Auto2000 Kebayoran Lama, sebenarnya tidak masalah melakukan derek mobil, kecuali memang untuk mobil bertransmisi matik karena harus ada prosedur agar tidak merusak salah satu komponen transmisi.

“Untuk mobil matik memang tidak boleh diderek dengan kecepatan lebih dari 20 km/jam, karena akan merusak sistem mekanis matiknya,” jelas Rocky saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (12/9/2017).

Lanjut Rocky, sistem mekanis untuk transmisi matik memang lebih kompleks dari transmisi manual. Jadi, saat mobil matik diderek paksa bakal merusak sistem transmisinya.

“Kalau bannya tidak menyentuh tanah (digendong) tidak masalah. Kan ada dua jenis mobil matik, yaitu penggerak belakang seperti Toyota Avanza, Rush, dan Fortuner memang harus digedong. Sedangkan untuk penggerak depan, seperti Toyota Yaris, Sienta, dan Alphard, saat derek mobil ban depan bisa digantung dan ban belakang menyentuh tanah,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mobil bertransmisi manual memang tidak ada masalah jika harus melakukan derek mobil saat mogok. “Kalau manual tidak masalah, yang harus diperhatikan agar tidak salah prosedur ini mobil matik,” pungkasnya.

Tidak hanya mobil transmisi matik yang tidak boleh sembarangan untuk melakukan derek mobil. Kaca film pun tidak boleh sembarangan dalam melakukan perawatannya. Tidak bisa ‘hanya’ dilap atau diperlakukan seperti kaca biasa saja karena dapat menggores atau bahkan merusak kaca film tersebut.

Baca juga: Cara Merawat Kaca Film Mobil

Gunakan lap khusus untuk menyeka kaca film. Gunakan lap dengan bahan lembut dan dapat menyerap cairan dengan baik. Jangan biarkan kaca film dalam keadaan basah karena berpotensi menimbulkan jamur. Kemudian, untuk membersihkannya usahakan sebisa mungkin hindari penggunaan bahan berbahan kimia tinggi karena bisa saja merusak fungsi kaca film seperti kemampuan penolak panasnya dan lain-lain.

Baca juga: Manfaat Kaca Film Bagi Pengendara

Jangan lupa juga untuk membersihkan karet dan sela jendela. Karena kotoran pada karet dan sela jendela bisa saja menggores kaca film pada saat menaik-turunkan jendela.

 

Disunting dari: Arief Aszhari – liputan6.com

 

Associated web: Iceberg/Maxpro/Spectrum/Indium (Agni Sentral Motor)

 

Share Is Caring
Back To News